Manfaat Zeolite dalam Bidang Pertanian dan Peternakan


Livestock

A. Pendahuluan 
Zeolite berasal dari dua kata yaitu zein yang artinya mendidih dan lithos yang artinya batuan. Disebut sebagai zeolite karena mineral ini dapat mendidih atau mengembang ketika dipanaskan. Zeolite merupakan mineral alumina silikat, yaitu tersusun dari unit AlO4 dan SiO4 yang dapat membentuk struktur muatan negatif dan mempunyai pori-pori. Pada umumnya, zeolite dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu zeolite alam dan zeolite sintetik. Zeolite alam biasanya mengandung ion K+ , Na+ , Ca2+ dan atau Mg2+, sedangkan zeolite sintetik hanya mengandung ion K+ atau Na+ .
Manfaat Zeolite dalam Bidang Pertanian dan Peternakan 


B. Manfaat Zeolite pada Bidang Pertanian 
Pemanfaatan zeolite dalam bidang pertanian telah lama popuker di Jepang. Para petani menggunakan zeolite untuk menjaga kelembaban tanah.
Setiap 1 gram zeolite alam dapat mengabsorpsi lebih dari 1 meq ion amonium dan ion kalium yang terkandung dalam pupuk, dan melepaskannya ion-ion tersebut secara bertahap ke dalam tanah (desorpsi). 
Secara umum, ada beberapa manfaat zeolite dalam pertanian, antara lain:
  1. Memperbaiki kondisi tanah, baik kondisi fisik, kimia, maupun biologi tanah. Penambahan zeolit akan menambah jumlah zat basa seperti K + , Na+ , Ca2+ dan Mg2+ dan kapasitas penukaran kation dari tanah. Zeolite juga memperbaiki agregasi tanah, sehingga pori-pori tanah akan bertambah. 
  2. Meningkatkan kandungan hara tanaman, yaitu dengan adanya kandungan unsur mikro dan makro pada zeolite 
  3. Mengurangi keracunan logam berat dan tingkat kelarutan ion Fe (besi) dan Al (aluminium) 
  4. Melepaskan nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman secara teratur dan perlahan 
  5. Mengurangi hilangnya pupuk karena terbawa air 
Penggunaan zeolite pada lahan pertanian ada dua cara yaitu:
  1. Ditaburkan langsung pada lahan dan dibuat campuran zeolite/pupuk. Contoh campuran antara zeolit dan pupuk adalah campuran zeolite dan urea, perbandingan yang disarankan adalah 1:1. 
  2. Zeolite juga dapat dicampur dengan pupuk urea untuk mendapatkan pupuk urea granul. Komposisi 30% zeolite merupakan jumlah yang banyak dipakai oleh industri pupuk. Cara ini dapat menghemat penggunaan pupuk dengan hasil produksi yang cukup baik (Suwardi, 2009). 
Selain pupuk anorganik, zeolite juga dapat digunakan secara bersama-sama dengan pupuk organik. yang diberikan secara bersamaan dengan dosis yang tepat dapat mempertahankan kelembaban tanah yang lebih lama, sehingga suhu tanah relatif stabil setelah penyiraman. Dibandingkan dengan pemberian pupuk yang tanpa dicampur dengan zeolite maka suhu tanah di sekitar perakaran meningkat drastis yang mengakibatkan kandungan C-organik cepat teoksidasi dan ketersediaannya di dalam tanah tidak dapat dipertahankan lebih lama lagi (Suwardi, 2009).

Aplikasi zeolite sebaiknya tidak dilakukan pada tipologi lahan yang mempunyai kapasitas tukar kation rendah (sekitar 5 cmol kg-1 ). Lahan jenis itu antara lain jenis tanah regosol, podsolik merah kuning, letosol cokelat kemerahan. Adapun jenis zeolite yang tepat diaplikasikan untuk lahan pertanian adalah jenis Clinoptilolite dan Mordenite.

C. Manfaat Zeolite pada Bidang Peternakan
Pemanfaatan zeolite dalam bidang peternakan memanfaatkan kemampuan zeolite sebagai pengabsorpsi dan daya tukar kationnya yang tinggi. Penggunaan zeolite dalam bidang pertenakan di Indonesia baru berkembang pada dua dekade terakhir ini, baik sebagai campuran ransum atau pakan ternak, perbaikan lingkungan peternakan maupun sebagai media pertumbuhan tanaman atau hijauan makanan ternak.(Pollung, 2005).
Secara umum manfaat zeolite dalam bidang peternakan adalah:
  1. Meningkatkan nilai efisiensi pemanfaatan protein pakan oleh hewan ternak, sehingga pertumbuhan dan produksi ternak meningkat 
  2. Menurunkan kandungan lemak pada proses penggemukan kambing, sapi, dan lain-lain 
  3. Mereduksi penyakit pada hewan ruminensia yang disebabkan oleh adanya bahan-bahan beracun pada pakan ternak dan penyakit pencernaan 
  4. Mengontrol kelembaban dan kandungan amonia pada kotoran hewan, sehingga dapat mengurangi bau serta menjaga kesehatan lingkungan kandang 
  5. Kemampuan zeolite sebagai penukar kation dapat mempercepat pematangan kotoran pada proses pembuatan pupuk organik 
  6. Zeolite dapat menyerap kation/anion pada kotoran sapi, sehingga kation/anion itu tidak mudah terlepas, sehingga lebih efektif ketika digunakan sebagai pupuk 
Pada peternakan unggas atau ayam, zeolite digunakan untuk mengurangi bau yang timbul dari kotoran ayam. Penggunaannya adalah dengan ditaburkan secara langsung pada kotoran ayam. Penambahan 10% zeolite pada kotoran dapat mengurangi pembentukan gas ammonia dan H2S, sebagai gas utama pembentuk bau pada kotoran ayam (Sri Rachmawati, 2000).
Pemberian 5% zeolit pada ransum makanan ayam ternyata dapat meningkatkan penyerapan protein oleh ayam. Hal ini menyebabkan efisiensi pada pemberian makanan dan dapat meningkatkan berat badan ayam (Pollung, 2005). 
Pada peternakan sapi, zeolite dapat digunakan sebagai campuran makanan dan juga pengolahan limbah/ kotoran sapi. Cara penggunaan zeolit untuk campuran makanan sapi adalah dengan menggerus zeolite sampai ukuran ± 200 mesh (bisa menggunakan ayakan) dan bunga matahari yang dihaluskan. Kedua bahan tersebut dicampur dengan rumput. Fungsi zeolite tersebut adalah untuk mengatur keasaman pencernaan dan ion nitrogen sehingga dapat meningkatkan efisiensi proses pencernaan. Selain itu, zeolite juga dapat mengikat logam - logam berat yang bersifat racun seperti (Pb, As, Cd, Fe, Hg), gas - gas dan unsur - unsur lain yang tidak diinginkan yang mungkin terkandung dalam rumput/ pakan sapi.

Aplikasi zeolite untuk pakan hewan rumensia (sapi, kambing, dan lainlain) juga berdasarkan kemampuan zeolite untuk melakukan pertukaran ion dengan ion hidrogen. Hal ini berarti zeolite bertindak sebagai buffer atau penyangga. Hal ini sangat sesuai untik pemberian pakan dalam jumlah besar. Pemanfaatan zeolite untuk mengolah limbah peternakan sapi adalah dengan mencampurkan secara langsung ke kotoran sapi. Zeolite akan menyerap kation dan atau anion penyebab bau yang ada dalam kotoran sehingga tidak akan mudah terlepas. Zeolite juga mampu menggumpalkan kotoran sehingga dapat mempercepat proses pematangan kotoran sapi sebagai pupuk organik.

Jenis zeolit yang sesuai untuk aplikasi bidang peternakan adalah Klinoptilolit, Mordenit, dan Khabazit. Ketiga jenis zeolit tersebut merupakan golongan zeolit alkali (basa).

Daftar Pustaka 
  • Dewi Yuanita Lestari. 2010. Kajian Modifikasi dan Karakterisasi zeolit alam dari berbagai Negara. Prosiding Seminar Nasional Kimia dan Pendidikan Kimia FMIPA UNY                  PDF Download 
  • Pollung H. Siagian. 2005. Penggunaan Zeolit dalam Bidang Peternakan. Jurnal Zeolit Indonesia Vol 4 (2), hal. 70 -77    PDF Download
  • Rodhie Saputra. 2006. Pemanfaatan Zeolit Sintetis Sebagai Alternatif Pengolahan Limbah Industri.   PDF Download
  • Sri Rachmawati. 2000. Upaya Pengelolaan Lingkungan Usaha Peternakan Ayam. WARTAZOA Vol.9 (2), hal. 73-80 
  • Suwardi. 2009. Teknik Aplikasi Zeolit Di Bidang Pertanian sebagai Bahan Pembenah Tanah. Jurnal Zeolit Indonesia Vol 8 (1), hal. 33-38      PDF Download

Oleh: Marfuatun, M.Si.
Jurusan Pendidikan Kimia, FMIPA, Universitas Negeri Yogyakarta

Full Articles PDF Download

CIKEMBAR NATURAL ZEOLITE PRODUCT 

KUJATAMA Zeo Chips

KUJATAMA Zeo Granular

KUJATAMA Zeo Powder
KUJATAMA Zeo Green Stone

NATURAL ZEOLITE CIKEMBAR WHOLESALE 
Large quantity orders for pallets and truckloads can be processed through the following contacts:

Indonesian and International Orders 

Andi Setiapermana
(62) 8381-8915-522
(62) 8521-3871-191
  (62) 8586-3093-505  (WA Only)

No comments:

Post a Comment